PRAKTIKUM PEMANFAATAN

JERUK NIPIS SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF

 

Oleh: SUSTANTI WAHYU SAYEKTI, S.Pd

Guru kelas 6 SDN Ngaglik 01 Batu

 

Jeruk nipis merupakan salah satu jenis citrus geruk.  Tanaman ini umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langung.  Kandungan dan Manfaat yang terkandung pada  jeruk nipis terdapat banyak sekali kandungan kimia. Unsur-unsur kimia tersebut adalah: Asam sitrat, Asam amino (triptozan, lisin), Minyak Atsiri, Damar, Glikosida, Asam sitrun, Lemak 0.1 g, Kalsium 40 mg, Fosfor 22 mg, Besi 0.6 mg, Belerang, Vit B1 0.04 mg, Vit C 27 mg, Protein 0.8 gr, Air 86 gr.

Dari kandungan yang dimiliki jeruk nipis tersebut maka jeruk nipis dipilih sebagai bahan yang digunakan untuk percobaan dalam membuat energi listrik alternatif untuk menyalakan lampu. Penerapan percobaan ini untuk membantu proses belajar-mengajar materi yang berkaitan tentang baterai listrik yang dapat menghasilkan energi listrik serta dapat membantu memecahkan persoalan atau materi yang sedang dipelajari, sehingga peserta didik  memahami materi yang ia pelajari dan merasa tertarik karena peserta didik malakukan percobaan secara langsung untuk mengujicoba dan menemukan meskipun dengan alat dan bahan sederhana. Penetapan bahan dan alat sederhana ini adalah untuk meminimalisir biaya dan ketersediaan bahan yang banyak berada di lingkungan peserta didik sehingga mudah didapatkan tetapi sudah dapat mencapai sasaran pembelajaran.

Pada kegiatan praktikum ini bahan yang dibutuhkan adalah : 6 buah jeruk nipis, sedangkan alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : kawat tembaga, paku seng, kabel, dan lampu LED.  Prosedur pelaksanaan praktikum ini adalah : 1) siapkan semua bahan dan alat untuk melakukan percobaan, 2) setiap jeruk ditusuk paku seng, yang berfungsi sebagai kutub negatif ( – ) , dan satu lempeng tembaga yang berfungsi sebagai kutub positif(+) dalam satun belahan yang sama pada jeruk. 3) lempengan seng pada jeruk yang satu dhubungkan dengan kawat tembaga dengan lempeng tembaga/ kabel  pada jeruk lain.4) hubungkan kabel dari kutub yang berbeda ke kaki kaki lampu LED 5) amati apakah lampu led bisa menyala atau tidak.

Dari percobaan yang dilakukan peserta didik,  buah jeruk nipis dapat menyalakan lampu setelah dihubungkan secara seri  sehingga setelah semuanya tersambung akan didapat anoda dan katoda di ujung jeruk pertama dan terakhir. Kemudian anoda dan katoda tersebut disambungkan pada kaki-kaki LED, dan ditemukan ditemukan bahwa lampu LED dapat menyala dengan baik meski tidak semua dapat menyala terang. Hal ini dipengaruhi oleh besar jeruk dan kadar elektrolit yang ada pada tiap jeruk. Hal ini dibuktikan dengan ketika jumlah jeruk ditambah maka lampu semakin terang dan bisa digunakan untuk menyalakan LED lebih banyak.  Hal ini terjadi karena adanya larutan elektrolit yang terkandung dalam air asam jeruk nipis tersebut. Unsur kimia yang terdapat pada jeruk nipis dapat menghasilkan arus listrik karena mengandung asam sitrat, asam amino, glikosida, fosfor,dan lain-lain. (red.Irfan)